Minggu, 08 Januari 2017

Penampakan Kapal Wisata Zahro Express Yang Terbakar di Teluk Jakarta

Kapal motor Zahro Express yang pada Minggu 1 Januari mengawali tragedi dunia transportasi tanah air di awal 2017, kapal milik swasta ini dibuat pada tahun 2013 dengan material kayu berlapis spyber Glass
Penampakan Kapal Zahro Express
Kapal motor Zahro Express yang pada Minggu 1 Januari mengawali tragedi dunia transportasi tanah air di awal 2017, kapal milik swasta ini dibuat pada tahun 2013 dengan material kayu berlapis spyber Glass. Berdasarkan catatan kapal dengan bobot 106 grostonase ini memiliki kapasitas penumpang 285 orang, sertifikat keselamatan untuk kapal jenis ini pun baru saja dikeluarkan kantor Syah Bandar dan Otoritas Pelabuhan pada 22 Desember 2016 atau genap 10 hari sebelum insiden kebakaran terjadi.

Namun terkait insiden kebakaran yang mengakibatkan 23 penumpang tewas ini Dirjen Perhubungan laut menduga ada pelanggaran dan kesalahan prosedur yang menjadi pemicu insiden maut di tengah laut Utara Jakarta.

"masalah perbendaan manifes tadi, menurut informasi awal SPB diberikan sekitar jam 7, SPB itu cuma 100 penumpang yang diizinkan untuk naik di atas kapal namun antara jam 7 sampai jam 8 terjadi penambahan penumpang tanpa sepengetahuan tim-tim kami di lapangan" ujar Antonius Tony Budiono Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub

Senada dengan dugaan Dirjen Perhubungan Laut pihak pengelola kapal tradisional pelabuhan Kali Adem Pulau Seribu juga menyebut pemilik kapal Zahro Express enggan bergabung dengan paguyuban kapal tradisional bahkan aturan manifes penumpang hingga standar perlengkapan keselamatan dan asuransi tidak di laporkan ke pihak pengelola pelabuhan hingga kemudian terjadi kebakaran pada hari Minggu kemarin.

"kapal Zahro Express karena Zahro Express ini tidak termasuk di dalam pengelolaan kami yang mana Zahro Express ini berdiri sendiri dan tidak mau tergabung dalam pengelolaan kapal tradisional kepulauan seribu baik tiketingnya ataupun juga data-data tentang inves di cover sendiri jadi kami tidak mempunyai data yang lengkap karena memang tidak termasuk di dalam kepengurusan kami, kami sering mengingatkan bawasannya untuk keselamatan standar keselamatan kapal seperti apa dan juga asuransinya harus jelas ternyata Zahro Express ini tidak mau" ucap Bayu Setia Kepala Pengelolaan Kapal Tradisional Angkutan

Menyikapi insiden maut di tengah laut utara Jakarta ini Menteri Perhubungan berjanji akan memberikan sanksi berat berupa pencabutan izin berlayar jika ditemukan ada pelanggaran dalam insiden ini.

"Sanksi tegas kalau bagi pemilik kapal bisa di cabut izinnya untuk tidak beroperasi lagi" kata Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan

Sebagai catatan hingga saat ini jumlah korban tewas insiden kebakaran kapal wisata yang telah terkonfirmasi berjumlah 23 orang untuk korban tewas pihak Jasa Raharja telah menganggarkan santunan sebesar 25 juta untuk masing-masing korban sementara untuk korban luka berat akan diberi santunan 10 juta/orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar