Senin, 16 Januari 2017

TNI Alutsista, Ujung Tombak Kekutan Pertahanan Negara Indonesia

Dalam menjaga teriktorit negara kekuatan militer menjadi kunci utama agar Indonesia bisa di segani dunia, luasnya wilayah membuat TNI sebagai ujung tombak pertahanan negara harus bekerja ekstra menjaga segala celah gangguan keamanan negara.   Itu menjadi salah satu pesan Presiden Jokowi saat hari ini memberikan pengarahan kepada pasukan militer negara
Dalam menjaga teriktorit negara kekuatan militer menjadi kunci utama agar Indonesia bisa di segani dunia, luasnya wilayah membuat TNI sebagai ujung tombak pertahanan negara harus bekerja ekstra menjaga segala celah gangguan keamanan negara.

Itu menjadi salah satu pesan Presiden Jokowi saat hari ini memberikan pengarahan kepada pasukan militer negara. Saat menjajal salah satu instrumen alat utama sistem persenjataan milik TNI Alutsista, Presiden mengaku cukup bangga karena itu Presiden meminta Industri pertahanan negara terus didorong agar bisa bersaing di pasar dunia.

"industri pertahanan kita kalau saya lihat ini memproduksinya bisa artinya dari kemampuan memproduksi itu bisa, yang kedua yang perlu dilihat adalah sisi kosting pembiayaan dari produksi itu, kalau kostingnya bisa ditekan artinya produk itu kompetitif di pasar menjualnya mudah jangan hanya ketergantungan kepada pesanan dari TNI atau Polri, kalau TNI dan Polri wajib ke sana tapi apakah hanya akan seperti itu terus, kan tidak. mesti harus berani menjual ke luar mesti berani menjual ke negara yang lain selalu saya tekankan masalah harga, masalah kompetitif karena semua produk pasti akan berkompetisi dengan negara yang lain dan tidak mungkin produk itu hanya di jual di dalam negeri apapun kalau kita ingin besar kalau hanya biasa-biasa dan tadi yang Anoa Amfibi ya bagus sekali" ujar Joko Widodo Presiden Republik Indonesia

Jika kita lihat anggaran pertahanan negara naik setiap tahunnya mulai dari tahun 2012 dengan anggaran 74 triliun rupiah lebih, tahun 2013 dengan anggaran 92 triliun rupiah lebih, tahun 2014 dengan anggaran 92 triliun rupiah lebih, tahun 2015 dengan anggaran 108,6 triliun rupiah lebih dan terakhir dianggarkan di APBN perubahan tahun 2016 sebesar 108,7 triliun rupiah.

Dan di tahun 2016 TNI menambah kekuatan Alutsista antara lain :
  • 1 unit kapal perang Frigate Sigma-10514
  • 4 unit pesawat EMB-314 super Tucano
  • 6 unit Helikopter EC725 Super Cougar
  • 61 unit Tank Leoprad-2A4
  • 6 unit Helikopter Serang AS-350/AS-550 Fennec
  • 11 unit Helikopter ASW AS565S Panther

Hari ini rapat pimpinan TNI digelar untuk mengevaluasi program kinerja TNI 2016 dan persiapan pelaksanaan tugas TNI 2017. Semoga tema rapim TNI kuat, hebat, profesional dan dicintai rakyat dapat diwujudkan karena kekuatan TNI dan kekuatan militer negara menjadi benteng akhir untuk menjaga kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar